Menghargai Waktu dan Mencintai Ilmu (Surat Al-Ashr dan Al-'Alaq)
Menghargai Waktu dan Mencintai Ilmu (Surat Al-Ashr dan Al-'Alaq)
Menuntut
ilmu adalah salah satu kewajiban bagi setiap orang Islam selama hayat
masih dikandung badan. Gambar di atas menunjukkan kesungguhan para siswa
dalam memanfaatkan waktu untuk menuntut ilmu.
Sikap
disiplin mutlak diperlukan dalam meraih cita-cita. Selain disiplin,
penguasaan terhadap ilmu dan teknologi juga menjadi kunci untuk mencapai
tingkat kemajuan. Hanya bangsa yang disiplin serta manguasai ilmu
pengetahuan dan teknologi yang mampu mencapai kemajuan. Oleh sebab itu,
barang siapa menghendaki kemajuan, ia harus memiliki sikap disiplin dan
menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi.
Menuntut
ilmu adalah kewajiban bagi setiap umat islam. Tinggi rendahnya
peradaban suatu bangsa, ditentukan oleh tinggi rendahnya ilmu
pengetahuan yang dimiliki warga negaranya. Oleh karena itu Nabi bersabda
Artinya :
“Mencari ilmu adalah wajib bagi setiap orang muslim”... (HR. Ibnu Majah).
Begitu
juga seseorang bila menghendaki sesuatu pekerjaan (urusan) itu sukses,
maka kuncinya terletak pada ilmu yang dimilikinya. Sebagaimana sabda
Nabi :
Artinya :
“Barangsiapa
yang ingin menguasai dunia, maka baginya wajib memiliki ilmu, dan
barangsiapa yang ingin menguasai akherat, wajib baginya berilmu. Dan
barangsiapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akherat) maka wajiblah
baginya memiliki ilmu”.
Dengan ilmu pula Nabi Sulaiman AS. Akhirnya bisa menguasai Ratu Bilqis dengan kerajaan Sabaknya.
SURAT AL-ASHR
TENTANG MENGHARGAI WAKTU
Artinya
1. Demi masa
2. Sungguh manusia itu berada dalam kerugian
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan
mengerjakan kebajikan serta saling
menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati
untuk kesabaran
Surat Al-Ashr termasuk Surat Makkiyah diturunkan sesudah Surat Alam Nasyrah. Menurut Muhammad Abduh, Asbabun Nuzul Surat
Al-Ashr ini adalah berkaitan dengan kebiasaan masyarakat Arab yang
apabila sore hari duduk bercakap-cakap membicarakan tentang berbagai hal
dalam kehidupan sehari-hari. Banyak pula yang bermegah-megahan asal
usul nenek moyang mereka, kedudukan, serta harta kekayaan.Akibat
pembicaraan yang tidak jelas arahnya ini, sering terjadi pertikaian dan
permusuhan.
Oleh
karena itu, sebagian mereka ada yang mengutuk waktu asar, menganggap
waktu asar adalah waktu yang celaka, waktu yang naas, banyak bahaya yang
terjadi pada waktu asar. Dari kejadian ini Allah menurunkan Surat
Al-Ashr, yang menjelaskan tentang kerugian manusia yang menyia-nyiakan
waktu asar.
PENJELASAN AYAT
v Pada ayat 1, Allah swt. Bersumpah dengan menyebut masa. Masa berarti waktu yang dilalui manusia, maksud ayat pertama surat ini adalah agar rasulullah dan orang-orang yang beriman memperhatikan waktu dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
v Pada ayat 2, menjelaskan bahwa kebanyakan manusia dalam keadaan merugi. Kerugian yang dialami manusia ialah bahwa kesempatan didunia tidak digunakan sebaik-baiknya.
v Ayat 3 menjelaskan tentang cara yang harus ditempuh agar manusia tidak termasuk orang yang rugi. Pada ayat ini ada tiga syarat agar orang tidak merugi, yaitu beriman dan beramal saleh, saling menasihati tentang kebenaran, dan saling menasihati tentang kesabaran.
SURAT AL-ALAQ
TENTANG MENUNTUT ILMU
Terjemahan :
1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3) Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah,
4) yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],
5) Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Asbabun nuzul Q.S. Al-Alaq adalah berkaitan dengan turunnya
wahyu yang pertama dimana beliau sedang berhalwat di Gua Hira, pada
suatu saat, datanglah malaikat Jibril dan memerintahkan agar beliau
membaca, tapi beliau tidak bisa membaca, kemudian malaikat kembali
berkata, “bacalah!” beliau menjawab, “ aku tidak pandai membaca “
setelah tiga kali beliau menjawab seperti itu, kemudian malaikat
membacakan Q.S.Al-Alaq ayat 1 – 5 .
PENJELASAN AYAT
v Ayat 1, berisi tentang perintah tegas kepada Rasulullah saw untuk membaca. Perintah membaca berarti perintah untuk belajar dan menuntut lmu yang meliputi ayat-ayat qauliyah dan ayat-ayat kauniyah.
v Ayat
2, Allah swt menyatakan bahwa manusia dicipta dari alaqah (segumpal
darah) . Lebih lanjut, tentang asal kejadian manusia dijelaskan oleh
Allah dalam surat al-Mukminun ayat 12 -14.
Secara rinci asal kejadian manusia melalui proses sebagai berikut :
1. Penciptaan manusia dimulai dari saripati tanah. Setelah sel telur dibuahi dengan sperma, jadilah nutfah (zigot)
2. Proses selanjutnya, zigot tersebut menjadi alaqah.
3. Proses berikutnya, dari alaqah yang menempeldi dinding rahim perempuan berubah menjadi lahma
4. Lahma kemudian berubah menjadi tulang yang kemudian dibungkus dengan daging, sehingga terbentuklah janin.
v Ayat 3, yaitu perintah membaca ( belajar ), sebagai penegasan bahwa Allah Maha Mulia.
v Ayat 4, menjelaskan bahwa Allah
swtmengajar manusia dengan pena. Pena adalah benda mati dan beku, tapi
setelah digunakan manusia dapat dipahami secara jelas oleh orang lain.
v Ayat 5, menjelaskan bahwa Allah swt mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahui.
4. Tata cara niat mencari ilmu ( dari Rumah ke Madrasah )
Strategi
siswa madrasah, dalam mencari ilmu sebaiknya ditata dengan niat yang
baik dan tulis. Adapun tata cara mencari ilmu seorang siswa madrasah
adalah :
a. Suci dari hadats
b. Berangkat ke madrasah berjabat tangan dahulu dengan kedua orang tua.
c. Keluar dari pintu rumah membaca lafal niat mencari ilmu
d. Sampai dijalan tidak boleh mampir-mampir langsung ke madrasah
e. Sebelum pelajaran dimulai membaca doa
f. Dengan tenang dan penuh konsentrasi memperhatikan penjelasan guru
B. Keterkaitan Kandungan Surat Al Ashr dan Al ‘alaq tentang Menghargai Waktu dan Menuntut Ilmu dalam Fenomene Kehidupan
Surat
Al Ashr membicarakan tentang pentingnya waktu, dan Surat Al ‘Alaq
membicarakan tentang ilmu.Oleh karena itu keterkaitan yang dapat kita
simpulkan adalah:
1. Waktu adalah sangat berharga, jangan sia-siakan waktu untuk kegiatan yang yang tidak berguna
2. Untuk dapat menguasai ilmu diperlukan ketekunan, kesabaran, dan keuletan.
3. Orang yang tidak dapat menggunakan waktu dengan baik maka ia akan menyesal dikemudian hari.
C. Menerapkan Kandungan Surat Al Ashr dan Al ‘alaq tentang Menghargai Waktu dan Menuntut Ilmu dalam Fenomene Kehidupan
1. Agar kita memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya
2. Tidak bermalas-malasan, agar tidak menyesal nanti.
3. Bersemangat dalam belajar, karena dengan ilmu orang akan dihargai orang lain.
4. Ilmu adalah lebih utama dari harta, oleh karena itu rela mengeluarkan biaya dalam mencari ilmu.
5. Gemar mendatangi majlis ilmu.
6. Ilmu agama dan ilmu umum sama-sama penting sehingga semua dipelajari dengan bersunguh-sungguh.
7. Mencari teman yang punya semangat dalam mencari ilmu,sehingga memotivasi kita untuk tekun belajar.
8. Pandai-pandailah membagi waktu untuk beribadah, belajar, membantu orang tua, dan bermain.
Uji kompetensi
Jawablah dengan singkat dan tepat !
- Jelaskan asbabun nuzul Q.S. Al-Ashr !
- Sebutkan 3 syarat agar manusia tidak dikatakan merugi sebagaimana yang terdapat pada Q.S. Al-Ashr ayat 3!
- Jelaskan asbabun nuzul Q.S. al-Alaq !
- Sebutkan dua keterkaitan kandungan Q.S. al-Ashr dan al-Alaq tentang menghargai waktu dan menuntut ilmu dalam fenomena kehidupan!
- Sebutkan 3 contoh penerapan kandungan Q.S. al-Ashr dan al-Alaq tentang menghargai waktu dan menuntut ilmu dalam kehidupan sehari-hari sebagai pelajar !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar