Minggu, 26 Maret 2017


Fi’il Tsulatsi Mujarrad

Fi’il Tsulatsi Mujarrad

Fi’il Tsulatsi Mujarrad


Untuk lebih mengenal bentuk Bina’ pada tiap-tiap kalimah, terlebih dahulu kita harus mengetahui bentuk kata kerjanya dilihat dari Fi’il Madhinya. Asal bentuk Fi’il Madhi itu ada dua macam,  Fi’il Tsulatsiy adalah kalimah bangsa tiga huruf, dan  Fi’il Ruba’iy adalah kalimah bangsa  empat huruf.
Apabila pada Fi’il Madhinya tersebut berjumlah asal tiga huruf maka dinamakan Fi’il Tsulatsi Mujarrad, dimana jumlah wazannya ada 6 Bab, sebagaimana tabel berikut:
WAZANMAUZUN

فَعَلَ يَفعُلُ

نَصَرَ يَنْصُرُ

فَعَلَ يَفْعِلُ

ضَرَبَ يَضْرِبُ

فَعَلَ يَفْعَلُ

مَنَحَ يَمْنَحُ

فَعِلَ يَفْعَلُ

فَضِلَ يَفْضَل

فَعُلَ يَفْعُلُ

حسُن يحسُن

فَعلَ يَفْعِلُ

حَسِبَ يَحْسِبُ

jumlah ismiyah dan jumlah fi'liyah

jumlah ismiyah dan jumlah fi'liyah

jumlah ismiyah dan jumlah fi'liyah

Jumlah Ismiyah
“Setiap jumlah/kalimat yang terdiri dari Mubtada dan Khobar, maka dinamakan dengan Jumlah Ismiyah.”
Misal:
1. اَلدّارُ واسِعَةٌ           Rumah itu luas
2. اَلْجَوُّ مُعتَدِلٌ            Cuaca stabil
3. اَلْغُبارُ ثائرٌ              Debu berterbangan
4. اَلشّارِعُ مُزدَحِمٌ          Jalan raya ramai
5. اَلْفَأْرَةُمُختَبِئَةٌTikus bersembunyi
Keterangan:
1. Semua permisalan di atas adalah jumlah mufidah/kalimat sempurna (susunan kata yang bisa dipahami).
2. Setiap jumlah di atas terdiri dari dua kata isim, yang pertama adalah Mubtada, dan yang kedua adalah Khobar.
3. Setiap jumlah/kalimat yang diawali dengan isim, maka nama jumlah itu adalah Jumlah Ismiyah.
 http://www.bulbul.al-irsyad.or.id/index.php/featured/350-an-nahwu-al-wadhih-9-jumlah-ismiyah

Jumlah Fi'liyah

JUMLAH FI’LIYAH

Adalah jumlah yang diawali dengan kalimah fi’il.
Terdiri dari fi’il (kata kerja) dan fa’il (pelaku).

Fa’il/subyek adalah isim yang terletak setelah fi’il ma’lum ( Kata kerja aktif) dan berfungsi sebagai pelaku kata kerja tersebut.

Apabila fa’il berbentuk muannast ( feminin) maka fi’il juga harus muannast. Begitu juga apabila berbentuk mudzakar.

Namun apabila fa’il berbentuk mutsanna (ganda) ataupun jamak (banyak) maka fi’il harus tetap mufrod (tunggal).

Contoh :

قَرَأَ مُحَمَّدٌُ (Muhammad telah membaca)
قَرَأَتْ هِنْدٌُ (Zaid sedang membaca)
يَقْرَأُ زَيْدٌُ (Hindun telah membaca)
يَقْرَأُ الطَّالِبُوْنَ (Para siswa sedang membaca)

Keterangan : kata yang berwarna merah adalah fi’il sedangkan yang berwarna putih adalah fa'il.
Pada contoh 1 dan 2 dapat kita lihat kesesuaian antara fi’il dan fa’il dalam jenisnya yaitu mudzakar dan muannast. Sedangkan pada contoh 3 dan 4 dapat kita lihat bahwa berapapun bilangan failnya fi’il harus tetap mufrod.

Tentang Dhomir (Kata Ganti) Bag. 1: Macam Macam Dhomir

Tentang Dhomir (Kata Ganti) Bag. 1: Macam Macam Dhomir

Tentang Dhomir (Kata Ganti) Bag. 1: Macam Macam Dhomir

Tentang Dhomir (Kata Ganti) Bag. 1: Macam Macam Dhomir

Bismillah..
Dhomir itu bahasa Indonesia nya ‘kata ganti’. Seperti ‘aku’, ‘kamu’, ‘kita’ dan ‘dia’. Dhomir dalam bahasa arab ada 14. Sedangkan dalam bahasa inggris dan bahasa Indonesia jumlah kata ganti hanya 7 (bener gak?).
Dhomir adalah Isim Mabni, yaitu Isim yang tidak berubah harokat akhirnya baik dalam keadaan rofa, nashob maupun jarr sehingga kalau di i’rob nanti begini: “Fii mahalli rof’in/jarrin/nashbin” [menempati kedudukan rofa’/ jarr/ nashob]. Hanya menempati kedudukan, tapi harokat akhir tidak berubah

Dhomir ada yang terpisah/ berdiri sendiri yaitu dhomir munfashil (ضَمِيْرٌ مُنْفَصِلٌ) misalnya  هُوَ طَبِيْبٌ. Ada juga dhomir yang bersambung dengan kalimat yaitu dhomir muttasil (ضَمِيْرٌ مُتَّصِلٌ) baik dengan fiil (cth:كَتَبْتُ) isim (cth: كِتَابِهِ) atau huruf (cth: فِيهِ).
Dhomir ada yang menempati kedudukan rofa’, nashob dan jarr. Rofa’ sebagai mubtada’, khobar, fa’ilatau naibul fa’il, isim kaana; Nashob sebagai maf’ul bihi dan isiinna; dan jarr sebagai mudhof ilayhidan majrur karena didahului huruf jar. Tidak ada dhomir yang menempati kedudukan Jazm karena dhomir adalah isim dan isim tidak ada yang majzum. Apa itu rofa’, nashob, jarr, jazm? baca ini dulu.
Dhomir bisa tampak (ضَمِيْرٌ ظَاهِرٌ) misalnya كَتَبْتُada juga yang tidak tampak (ضَمِيْرٌ مُسْتَتِرٌ) contohnyaكَتَبَ.
Perinciannya bgini:
Dhomir, terbagi menjadi 3, dhomir munfashil (ضَمِيْرٌ مُنْفَصِلٌ), dhomir muttasil (ضَمِيْرٌ مُتَّصِلٌ) dan dhomir mustatir (ضَمِيْرٌ مُسْتَتِ). Ada juga yang membaginya menjadi dhomir baariz/dzohir (tampak) dan dhomir mustatir (tersembunyi) dan selanjutnya dhomir dzohir terbagi menjadi dhomir munfashil dan dhomir muttasil. Sama aja.
1. Dhomir Munfashil (ضَمِيْرٌ مُنْفَصِلٌ)  yaitu dhomir yang terpisah, berdiri sendiri. Dhomir munfashil dapat berkedudukan:
  • Rofa (ضمائر رفع منفصلة) sebagai
  1. Mubtada (مبتدأ) diawal kalimat,
  2. Khobar (خبر),
  3. Faa’il (فاعل) dan
  4. Naa’ib Faa’il (نائب الفاعل)
  • Nashob (ضمائر نصب منفصلة) sebagai
  1. Maf’ul Bihi (مفعوال به
2. Dhomir Muttashil (ضَمِيْرٌ مُتَّصِلٌ) yaitu dhomir yang selalu bersambung dengan kata (الكلمة) setelahnya. Dhomir Muttashil dapat berkedudukan:
  • Rofa’ (ضمائر رفع متصّل) sebagai
  1. Faa’il (فاعل) yaitu ketika bersambung dengan Fi’il (فعل). [cth:نَصَرْتَ]
  2. Isim Kaana dan saudara saudaranya (اسم كان و أخواتها); yaitu ketika bersambung dengan Kaana dan saudara-saudaranya. [cth: كُنْتُ]
  • Nashob (ضمائر نصب متصّل)sebagai
  1. Maf’uulun bihi (مفعول به) yaitu ketika bersambung dengan fi’il (فعل). [cth:إِيَّاكَ]
  2. Isim Inna dan saudara saudaranya (اسم  إنّ و أخواتها) yaitu ketika bersambung dengan Inna dan saudara saudaranya (إنَّه)
  • Jarr/Khofd (ضمائر  جرّ متصّل)
  1. Susunan Jar-Majrur (جر و مجرور) ketika bersambung dengan huruf Jar (حرف الجرّ). [cth: فِيْهِ]
  2. Mudhof ilayh (مضاف إليه) ketika bersambung dengan Isim (الاسم). [cth: بَلَدُهُ]
3. Dhomir Mustatir (ضَمِيْرٌ مُسْتَتِرٌ yaitu dhomir yang tidak tampak/tersembunyi dan tidak juga di lafadzkan.
Dhomir mustatir ada dua macam, (1) dhomir mustatir wujuban {الضمير المستتر وجوبا}  dan (2) dhomir mustatir jawazan {الضمير المستتر جوازا}
  1. Dhomir Mustatir Wujuban {الضمير المستتر وجوبا} adalah dhomir yang tidak bisa digantikan oleh isim dhohir yang semakna. Isim dhohirnya wajib gak tampak. Dhomir ini hanya ada pada beberapa fiil yaitu:
  • Pada Fi’il Amr dengan dhomir ‘anta [أُكْتُبْ]
  • Pada Fi’il Mudhori yang diawali dengan
-Ta’ khitoob waahid (تاء خطاب الواحد) yaituتَشْكُرُ
-Hamzah (الهمزة) yaituأَشْكُرُ
-Nuun -nahnu- yaituنَشْكُرُ
2.   Dhomir Mustatir Jawazan {الضمير المستتر وجوبا}adalah dhomir yang bisa digantikan oleh isim dhohiryang semakna.
Yang termasuk dhomir mustatir jawazan ini adalah semua fiil madhi dan mudhori dengan dhomirghooib/ghooibah
Contoh lengkap dhomir dhomir yang telah disebutkan diatas dapat dilihat di tabel berikut:
– Dhomir Dhohir (ضَمِيْرٌ ظَاهِرٌ)

Yang berwarna merah itu adalah dhomirnya. Yang paling kanan adalah dhomir munfashil (dhomir yang berdiri sendiri), sisanya  adalah dhomir muttasil 
– Dhomir Mustatir/ Tersembunyi (ضَمِيْرٌ مُسْتَتِ)

Kalau dhomir mustatir tidak ada yang berwarna merah karena seluruh dhomirnya tidak tampak dan tidak juga di lafadzkan.
==============================================
Semoga yang sedikit ini bermanfaat.

Pinjam Meminjam yang Sesuai Aturan Islam

Pinjam Meminjam yang Sesuai Aturan Islam


Pinjam Meminjam yang Sesuai Aturan Islam


Untuk mengawali uraian tentang pinjam meminjam yang sesuai dengan ajaran islam, akan diawali dari pengertian pinjam meminjam. Perlu kita ketahui bahwa pinjam meminjam dalam bahasa arab dikenal dengan sebutan 'ariyah yang artinya adalah pinjam. Sedangkan pengertian menurut istilah syari'at islam pinjam meminjam adalah akad atau perjanjian yang berupa pemberian manfaat dari suatu benda yang halal dari seseorang kepada orang lain tanpa adanya imbalan dengan tidak mengurangi ataupun merubah barang tersebut dan nantinya akan dikembalikan lagi setelah diambil manfaatnya.

Dari pengertian di atas, maka esensi yang kita ambil dari pengertian pinjam meminjal adalah bertujuan untuk tolong menolong di atara sesama manusia. Dalam hal pinjam meminjam adalah tolong menolong melalui dan dengan cara meminjamkan suatu benda yang halal untuk di ambil manfaatnya.

Dalil dari al-Qur'an, Allah berfirman di dalam surat Al- Ma'idah ayat 2 yang berbunyi:

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰۖ وَلَا تَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِۚ 
  
Artinya: "Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan janganlah tolong menolong berbuat dosa dan permusuhan." (Q.S. Al- Maidah: 2)
Juga dalil dalam Hadits Nabi Rasulullah saw. bersabda yang Artinya:

"Dan Allah menolong hamba-Nya selama hamba itu mau menolong saudaranya. ”

Dalam yang spesifik mengenai pinjam meminjam adalah hadits lain Rasulullah saw. bersabda yang artinya :

"Dari Abu Umamah r.a. dari Nabi saw. beliau bersabda: Pinjaman itu harus dikembalikan dan orang yang meminjam adalah yang berutang. Dan utang itu dibayar." (H.R. At-Turmudzi)

Hukum Pinjam Meminjam menurut islam

Terdapat beberapa macam hukum pinjam meminjam, yaitu sebagai berikut :'
  • Hukum pinjam meminjam adalah Sunnah. Ini adalah hukum asal dari pinjam-meminjam. Suatu contoh misalnya seseorang minjamkan sepeda kepada orang lain untuk ke pasar.
  • Hukum pinjam meminjam adalah Wajib. Hal ini berlaku manakala orang yang meminjam itu sangat membutuhkan pertolongan dari peminjam. Contohnya adalah meminjamkan pisau untuk memotong kambing yang hampir mati, dan lain sebagainya.
  • Hukum pinjam meminjam adalah haram. Hal ini berlaku manakala tujuan dari pinjam meminjam adalah untuk keperluan dan tujuan kemaksiatan. Contohnya adalah meminjamkan pisau untuk membunuh orang lain. Dimana membunuh orang adalah merupakan dosa besar.
Rukun Pinjam-Meminjam

Rukun pinjam meminjam adalah merupakan syarat-syarat atau ketentuan yang harus dan wajib dilaksanakan agar pinjam meminjam ini menjadi sah dan sesuai dengan ajaran islam. Rukun pinjam meminjam antara lain meliputi 4 hal yaitu : 

1. Orang yang Meminjamkan. Bagi orang yang meminjamkan diisyaratkan:
  • Berhak berbuat baik dan Tidak ada paksaan atau tidak ada yang meng­halanginya. Orang yang dipaksa untuk meminjamkan atau anak kecil maka tidak sah meminjamkan.
  • Barang yang dipinjamkan adalah merupakan barang milik sendiri atau menjadi tanggung jawab orang yang meminjam­kannya sehingga disebut benda halal.
2. Orang yang Meminjam. Bagi orang yang meminjam disyaratkan:
  • Berhak menerima kebaikan sehingga dia akan mendapatkan manfaat dari benda atau barang yang dipinjam.
  • Hanya mengambil manfaat dari barang atau benda halal yang dipinjam.
3. Barang atau benda yang dipinjam. Benda yang dipinjam harus mempunyai syarat-syarat :
  • Ada manfaatnya.
  • Barang itu kekal yang artinya tidak habis sesudah diambil manfaatnya. Oleh karena itu, makanan yang telah dimanfaatkan akan menjadi habis atau kurang zatnya. Jadi, tidak boleh dipinjamkan.
4. Akad yaitu Ijab Kabid

Pinjam-meminjam akan berakhir manakala barang yang dipinjam oleh peminjam telah diambil manfaatnya dan harus segera dikembalikan kepada yang meminjamkan (yang memilikinya). Pinjam-meminjam juga harus berakhir manakala salah satu dari dua belah pihak (peminjam dengan yang meminjamkan) meninggal dunia atau gila. Barang yang dipinjam dapat diminta kembali sewaktu-waktu, karena pinjam-meminjam bukan merupakan perjanjian yang tetap.

Apabila terjadi suatu perselisihan pendapat antara yang meminjam dan yang meminjamkan barang tentang keadaan barang itu sudah dikembalikan atau belum, maka yang dibenarkan adalah yang meminjamkan harus dikuatkan dengan sumpah. Hal ini didasarkan pada hukum asalnya yang belum dikembalikan.

Kewajiban Peminjam

Bagi orang yang meminjam atau peminjam mempunyai kewajiban-kewajiban dalam pinjam meminjam sebagai berikut :
  • Mengembalikan barang yang dipinjam tersebut kepada pemiliknya jika telah selesai.
Rasulullah SAW bersabda yang Artinya: "Pinjaman itu wajib dikembalikan dan yang meminjam sesuatu harus membayar. ” (H.R. Abu Dawud)
  •  Mengganti apabila barang itu hilang atau rusak yang dikarenakan sebab oleh peminjam.
Dalam satu hadits yang diriwayatkan oleh Shofwan bin Umayyah, bahwa Nabi saw. pada waktu perang Hunain meminjamkan beberapa buah baju perang kepada Shofwan. Ia bertanya kepada Rasulullah saw., apakah ini pengambilan paksa wahai Rasulullah? "Rasulullah saw. menjawab: "Bukan, tetapi adalah pinjaman yang dijamin (akan diganti apabila rusak atau hilang." (H.R. Abu Dawud)
  • Merawat barang yang dipinjam dengan baik selama berada di tangan peminjam. Rasulullah saw. bersabda yang artinya :
Artinya:"Kewajiban peminjam merawat apa yang dipinjamnya sehingga ia kembalikan barang itu." (H.R. Ahmad)
Uraian di atas adalah wajib kita laksanakan terutama rukun dan syarat dalam transaksi pinjam meminjam antara satu orang dengan orang yang lain dengan tujuan tolong menolong untuk mendapatkan manfaat dari barang yang dipinjam oleh peminjam yang membutuhkan pinjaman

Tashrif Lughawi Fi'il Madhi: Tabel dan contoh tashrif lengkap fi'il madhi

Tashrif Lughawi Fi'il Madhi: Tabel dan contoh tashrif lengkap fi'il madhi

Tashrif Lughawi Fi'il Madhi: Tabel dan contoh tashrif lengkap fi'il madhi

Sewaktu belajar kitab Durusul lughah, saya telah mencatat tentang tashrif fi'il madhi. Pada pelajaran tersebut, pola fi'il yang menjadi contoh untuk ditashrif adalah fi'il yang berpola فَعَلَ  (fa'ala).
Contoh fi'il yang berpola fa'ala ( فَعَلَ  ) yang dijelaskan pada pelajaran tersebut adalah ذَهَبَ (dzahaba).
Pada posting kali ini, saya mendokumentasikan tashrif fi'il madhi lengkap untuk fi'il yang berpola فَعِلَ (fa'ila) dan fi'il yang berpola فَعُلَ (fa'ula).
Contoh fi'il lain yang berpola فَعَلَ  (fa'ala):

كَفَرَ (kafara) yang artinya menolak, ingkar, kufur.
نَظَرَ (nazhara) yang artinya melihat.
دَخَلَ (dakhala) yang artinya masuk.
Contoh fi'il yang berpola فَعِلَ  (fa'ila) :
سَمِعَ (sami'a) artinya adalah mendengar.
شَرِبَ (syariba) artinya adalah minum.
حَزِنَ (hazina) artinya adalah bersedih.
Contoh fi'il yang berpola فَعُلَ (fa'ula) :

كَرُمَ (karuma) artinya pemurah.
بَعُدَ (ba'uda) artinya menjadi jauh.
حَسُنَ (hasuna) artinya baik.

Tashrif Lughawi Fi'il Madhi untuk fi'il berpola فَعَلَ (fa'ala)

a. مذكر غائب (mudzakkar ghaaib) atau kata ganti orang ketiga untuk laki-laki.
هُوَ = فَعَلَ 
هُمَا = فَعَلاَ
هُمْ = فَعَلُوْا 
b. مؤنث غائب (muannats ghaaib) atau kata ganti orang ketiga untuk perempuan.
هِيَ = فَعَلَتْ 
هُمَا = فَعَلَتَا 
هُنَّ = فَعَلْنَ
c. مذكر  مخاطب (mudzakkar mukhaatab) = kata ganti orang kedua laki-laki.
اَنْتَ = فَعَلْتَ 
أَنْتُمَا = فَعَلْتُمَا 
أَنْتُمْ = فَعَلْتُمْ 
d. مؤنث مخاطب (muannats mukhaatab) = kata ganti orang kedua perempuan.
أَنْتِ = فَعَلْتِ 
أَنْتُمَا  = فَعَلْتُمَا
أَنْتُنَّ = فَعَلْتُنَّ 
e. متكلّم = orang pertama (untuk laki-laki dan perempuan).
أَنَا = فَعَلْتُ 
نَحْنُ = فَعَلْنَا 

Tashrif Lughawi fi'il madhi untuk fi'il yang berpola فَعِلَ (fa'ila)

14 tashrif fiil madhi lengkap
Untuk fi'il yang berpola fa'ila, saya akan ambil contoh fi'il سَمِعَ (sami'a).
a. مذكر غائب (mudzakkar ghaaib) atau kata ganti orang ketiga untuk laki-laki.
هُوَ = سَمِعَ  
هُمَا = سَمِعَا 
هُمْ = سَمِعُوْا  
b. مؤنث غائب (muannats ghaaib) atau kata ganti orang ketiga untuk perempuan.
هِيَ = سَمِعَتْ  
هُمَا = سَمِعَتَا 
هُنَّ = سَمِعْنَ
c. مذكر  مخاطب (mudzakkar mukhaatab) = kata ganti orang kedua laki-laki.
اَنْتَ = سَمِعْتَ 
أَنْتُمَا = سَمِعْتُمَا 
أَنْتُمْ = سَمِعْتُمْ 
d. مؤنث مخاطب (muannats mukhaatab) = kata ganti orang kedua perempuan.
أَنْتِ = سَمِعْتِ 
أَنْتُمَا  = سَمِعْتُمَا
أَنْتُنَّ = سَمِعْتُنَّ 
e. متكلّم = orang pertama (untuk laki-laki dan perempuan).
أَنَا = سَمِعْتُ 
نَحْنُ = سَمِعْنَا 

Tashrif Lughawi fi'il madhi untuk kata kerja berpola fa'ula (فَعُلَ)

tabel 14 tashrif lughawi fi'il madhi secara lengkap
Contoh kata kerja yang mempunyai pola فَعُلَ (fa'ula) adalah بَعُدَ (ba'uda)
Tashrif lughawi dari fi'il بَعُدَ  (ba'uda) adalah:
a. مذكر غائب (mudzakkar ghaaib) atau kata ganti orang ketiga untuk laki-laki.
هُوَ = بَعُدَ   
هُمَا = بَعُدَا 
هُمْ = بَعُدُوْا  
b. مؤنث غائب (muannats ghaaib) atau kata ganti orang ketiga untuk perempuan.
هِيَ = بَعُدَتْ  
هُمَا = بَعُدَتَا 
هُنَّ = بَعُدْنَ
c. مذكر  مخاطب (mudzakkar mukhaatab) = kata ganti orang kedua laki-laki.
اَنْتَ = بَعُدْتَ 
أَنْتُمَا = بَعُدْتُمَا 
أَنْتُمْ = بَعُدْتُمْ 
d. مؤنث مخاطب (muannats mukhaatab) = kata ganti orang kedua perempuan.
أَنْتِ = بَعُدْتِ 
أَنْتُمَا  = سَمِعْتُمَا
أَنْتُنَّ = بَعُدْتُنِّ 
e. متكلّم = orang pertama (untuk laki-laki dan perempuan).
أَنَا = بَعُدْتُ 
نَحْنُ = بَعُدْنَا 
Itulah 14 tashrif lughawi fi'il madhi, yang jumlahnya sejumlah dengan jumlah isim dhamir (14). Contoh fi'il madhi yang ditashrif dan contoh tabel tashrif fi'il madhi lengkap.

Kesimpulan tentang fi'il madhi

1. Fi'il madhi adalah fi'il yang menunjukkan suatu perbuatan yang terjadi pada masa lampau.
2. Fi'il madhi jika diilistrasikan ke bahasa Inggris adalah past tense.
3. Fi'il madhi terbagi menjadi dua, yaitu:
    a. Fi'il madhi ma'lum = bentuk aktif (kata kerja aktif), ma'lum artinya yang diketahui pelakunya.
    b. Fi'il madhi majhul = bentuk pasif, yaitu tidak diketahui pelakunya.
4. Fi'il madhi dapat ditashrifkan (tashrif lughawi) menjadi 14 pola, yaitu sesuai dengan jumlah isim dhamir yaitu empat belas.

ISIM ISYARAH (Kata Tunjuk) (Belajar Bahasa Arab)

ISIM ISYARAH (Kata Tunjuk) (Belajar Bahasa Arab)

ISIM ISYARAH (Kata Tunjuk) (Belajar Bahasa Arab)

اِسْم إِشَارَة
ISIM ISYARAH (Kata Tunjuk)
Untuk lebih memahami penggunaan Mudzakkar dan Muannats, serta Mufrad, Mutsanna dan Jamak dalam pengelompokan Isim, kita akan mempelajari tentang Isim Isyarah atau Kata Tunjuk dan Isim Maushul atau Kata Sambung.
Pertama, Isim Isyarah. Pada dasarnya, ada dua macam Kata Tunjuk:
1) Isim Isyarah atau Kata Tunjuk untuk yang dekat: هَذَا (=ini).
Contoh dalam kalimat: هَذَا كِتَابٌ (= ini sebuah buku)
2) Isim Isyarah atau Kata Tunjuk untuk yang jauh: ذَلِكَ (=itu).
Contoh dalam kalimat: ذَلِكَ كِتَابٌ (= itu sebuah buku)
Bila Isim Isyarah itu menunjuk kepada Isim Muannats maka:
1) هَذَا menjadi: هَذِهِ (=ini). Contoh: هَذِهِ مَجَلَّةٌ (= ini sebuah majalah)
2) ذَلِكَ menjadi: تِلْكَ (=itu). Contoh: تِلْكَ مَجَلَّةٌ (= itu sebuah majalah)
Adapun bila Isim yang ditunjuk itu adalah Mutsanna (Dual), maka:
1) هَذَا menjadi هَذَانِ. Contoh: هَذَانِ كِتَابَانِ (= ini dua buah buku)
2) هَذِهِ menjadi هَتَانِ. Contoh: هَتَانِ مَجَلَّتَانِ (= ini dua buah majalah)
3) ذَلِكَ menjadi ذَانِكَ. Contoh: ذَانِكَ كِتَابَانِ (= itu dua buah buku)
4) تِلْكَ menjadi تَانِكَ. Contoh: تَانِكَ مَجَلَّتَانِ (= itu dua buah majalah)
Sedangkan bila Isim yang ditunjuk itu adalah Jamak (lebih dari dua):
1) Bila Isim yang ditunjuk itu adalah tidak berakal, maka baik Isim Mudzakkar maupun Isim Muannats, menggunakan: هَذِهِ (=ini) untuk menunjuk yang dekat dan تِلْكَ (=itu) untuk menunjuk yang jauh. Contoh dalam kalimat:
 هَذِهِ كُتُبٌ(= ini buku-buku); هَذِهِ مَجَلاَّتٌ (= ini majalah-majalah)
 تِلْكَ كُتُبٌ (= itu buku-buku); تِلْكَ مَجَلاَّتٌ (= itu majalah-majalah)
2) Bila Isim yang ditunjuk itu adalah berakal, maka baik Isim Mudzakkar maupun Isim Muannats, menggunakan: هَؤُلاَءِ (=ini) untuk menunjuk yang dekat danأُولَئِكَ (=itu) untuk menunjuk yang jauh. Contoh dalam kalimat:
 هَؤُلاَءِ طُلاَّبٌ (= ini siswa-siswa); هَؤُلاَءِ طَالِبَاتٌ (= ini siswi-siswi)
 أُولَئِكَ طُلاَّبٌ (= itu siswa-siswa); أُولَئِكَ طَالِبَاتٌ (= itu siswi-siswi)

Materi aqidah kelas 9, Iman kepada Hari akhir

Materi aqidah kelas 9, Iman kepada Hari akhir

Materi aqidah kelas 9, Iman kepada Hari akhir



3. IMAN KEPADA HARI AKHIR

PENGERTIAN DAN DASAR HUKUM
Iman kepada hari akhir termasuk rukun iman yang ke lima. Menurut bahasa hari akhir (yaumul akhir) sama dengan hari kiamat. Menurut istilah hari akhir adalah: percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa suatu saat nanti terjadi rusaknya alam semeta dengan segala isinya.
Kapan terjadinya hari kiamat ? yang tahu hanyalah Allah SWT. Seperti dijelaskan dalam QS: al A’raf (7): 187
يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّي لاَ يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلاَّ هُوَ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ لاَ تَأْتِيكُمْ إِلاَّ بَغْتَةً يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ اللّهِ وَلَـكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ

187.  Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui".
Nama-nama hari kiamat ada sembilam macam, yaitu:
1.      Yaumul Qiyamah, hari kiamat.
2.      Yaumul akhir, hari akhir.
3.      Yaumul hasrah, hari penyesalan.
4.      Yaumul ba’s, hari berbangkit.
5.      Yaumud Din, hari pembalasan.
6.      Yaumul Haqq, hari yang pasti terjadi.
7.      Yaumul jami’, hari berkumpul.
8.      Yaumul khulud, hari kekalan.
9.      Yaumul khuruj, hari keluar dari kubur.
Kiamat dibagi menjadi dua macam, yaitu kiamat sughra (kiamat kecil), dan kiamat kubro (kiamat besar). Kiamat kecil adalah kerusakan sesuatu yang menjadi bagian dari alam semesta contohnya matinya seseorang. Kiamat kubro adalah: kerusakan alam semesta sehingga musnah berganti dengan alam akhirat.
Iman kepada hari kiamat artinya kita harus yakin dan percaya bahwa hari kiamat pasti akan datang dan kelak manusia akan dibangkitkan dari kubur untuk menerima pengadilan dari Allah SWT.
Dasar tentang hari akhir tersebut dalam QS: Al Zalzalah: 1-6:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا
audio[99:1] Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),
وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا
audio[99:2] dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,
وَقَالَ الْإِنسَانُ مَا لَهَا
audio[99:3] dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?",
يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا
audio[99:4] pada hari itu bumi menceritakan beritanya,
بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا
audio[99:5] karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.
يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتاً لِّيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ
audio[99:6] Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka1597,
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْراً يَرَهُ
audio[99:7] Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرّاً يَرَهُ
audio[99:8] Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

1.       Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),
2.       Dan bumi Telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,
3.       Dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?",
4.       Pada hari itu bumi menceritakan beritanya,
5.       Karena Sesungguhnya Tuhanmu Telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.
6.       Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka
Cakupan iman kepada hari akhir, meliputi: 1. yakin akan adanya hidup yang kekal abadi di akhirat setelah kehidupan di dunia. 2. yakin bahwa semua makhluk akan mati, kemudian akan dibangkitkan kembali (dari kubur).

ISTILAH PENTING SETELAH HARI AKHIR
Alam barzah tempat bagi manusia yang telah meninggal sebelum datangnya hari kiamat. Setiap manusia akan menyaksikan gambaran amal perbuatanya di dunia dan balasannya. Orang yang beriman di surga, yang kafir di neraka.
Ditiupnya sangkakala yaitu: terompet (menyerupai tanduk) raksasa yang akan ditiup malaikat Israfil dua kali. Tiupan pertama semua manusia mati. Tiupan kedua semua manusia akan bangkit untuk menghadap Allah dan memperhitungkan segala amal perbuatannya di dunia.
Yaumul Ba’as, adalah hari dibangkitkannya manusia dari alam kubur dan kematian. Yaumul mahsyar adalah manusia digiring (tempat) menghadap Allah SWT. Seperti disebutkan dalam QS: Al Haj: 7:
وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ مَن فِي الْقُبُورِ
7.      Dan Sesungguhnya hari kiamat itu Pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.
Perintah iman kepada hari akhir dan manusia dibangkitkan dijelaskan dalam Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim:

ﺍﻻﻴﻤﺎﻥ ﺍﻥ ﺘﺆﻤﻥ ﺒﺎﷲ ﻮﻤﻼ ﺌﮑﺘﻪ ﻮﻛﺘﺒﻪﻮﺮﺴﻠﻪﻮﻠﻗﺎﺋﻪﻮﺘﺅﻤﻥﺒﺎﻠﺒﻌﺚﺍﻻﺨﺮ
Iman adalah kalian percaya pada Allah, malaikatNya, kitab-kitabNya, akan menjumpaiNya, hari kebangkitan di akhirat. (HR. Bukhari Muslim)
Yaumul hisab adalah hari perhitungan amal manusia. Mizan adalah timbangan untuk mengukur amal manusia pada yaumum hisab. Seperti disebutkan dalam QS. Al Zalzalah: 7-8.

7.  Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
8.  Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.
Suhuf (kaitannya dengan iman kepada hari kiamat) artinya adalah buku catatan amal, setiap manusia di hari kiamat akan menerima buku catatan amal. Yang baik amalnya diterimakan dengan tangan kanan. Yang buruk amalnya diterimakan dengan tangan kiri.
Sirat artinya jembatan yang menghubungkan ke surga dan dibawahnya terdapat neraka. Surga adalah tempat sangat indah yang diperuntukkan Allah kepada hambanya yang beriman. Neraka atinya tempat buruk yang disediakan Allah untuk orang kafir dan durhaka.

TANDA-TANDA KIAMAT
Tanda-tanda kecil kiamat sudah dekat adalah : 1.munculnya kerusuhan. 2. banyak terjadi pembunuhan. 3. merebaknya kejahatan, kejelekan, kemungkaran. 4. zina, miras perjudian merebak. 5. Bangga melakukan kemaksiatan, sampai-sampai orang yang berpegang teguh kepada agama bagaikan memegang bar api. 6. bersikap buruk terhadap tetangga. 7. orang yang jujur dianggap berkhianat dan oroang yang berkhianat diberi amanat. 8. orang yang berilmu semakin sedikit, semakin banyak orang bodoh. 9. banyaknya jumlah wanita, sedikitnya jumlah pria. 10. kesenangan memakai sutra. 11. berhura-hura dengan musik dan biduan. 12. muncul da’i yang menyesatkan. 13. pemerintah yang korup. 14. memprcayaan sesuatu bukan pada ahlinya. 15. timbulnya perang orang Islam dengan Yahudi yang menang di pihak Islam.
Tanda-tanda besar kiamat sudah dekat adalah : 1. matahari terbit dari arah barat. 2. binatang ajaib yang muncul, dapat berbicara. 3. keluarnya imam Mahdi. 4. Keluarnya Almasih Dajjal. 5. Keluarnya bangsa Ya’juj Ma’juj. 6. turunnya nabiyullah Isa, a.s. 7. keluarnya asap (awan). 8. lenyapnya al Qur’an dari mushaf dan hati. 9. Seluruh manusia di dunia menjadi kafir. 10. munculnya kabut.
Fungsi beriman kepada hari akhir dalam kehidupan antara lain: 1. memperbanyak amal baik, menghindari amal buruk. 2. selalu taat kepada Allah SWT. Mengharap pahala. 3. memberi hiburan dan dorongan bersabar bila belum bahagia di dunia akan diperoleh di akhirat. 4. mendorong setiap muslim untuk mempergunakan hartanya ke jalan kebaikan karena akan mendapat balasan yang berlipat. 5. tidak berlebihan dalam menggunakan harta di dunia. 6. senantiasa berhati-hati dalam semua tindakan, perbuatan karena akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. 7. menentramkan batin seseorang ketika mendapat perlakuan tidak adil. 8. menambah ketabahan, kesabaran dalam menghadapi cobaan.

SOAL MATERI IMAN KEPADA HARI AKHIR

I.       JAWABLAH PERTANYAAN BERIKUT INI YANG DIANGGAP BENAR DENGAN MEMBERI TANDA X PADA HURUF A, B, C, D !

1.      Iman kepada hari kiamat termasuk rukun iman yang ke ....
  1. 6
  2. 5
  3. 4
  4. 3
2.      Arti hari kiamat menurut bahasa adalah ....
  1. Yaumul akhir
  2. hisab
  3. ba’as
  4. mahsar
3.      Arti hari kiamat menurut istilah tercakup di bawah ini, kecuali ....
  1. rusaknya alam semeta dengan segala isinya
  2. kerusakan alam semesta sehingga musnah
  3. kerusakan sesuatu yang menjadi bagian dari alam
  4. alam dunia berganti dengan alam akhirat
4.      Kiamat dibagi menjadi ... macam
  1. 2
  2. 3
  3. 4
  4. 5
5.      QS: al A’raf (7): 187, menjelaskan tentang .....
a.       Datangnya hari kiamat merupakan rahasia Allah
b.      Datangnya hari kiamat nabi sudah diberi tahu
c.       Pentingnya iman kepada hari kiamat
d.      Pentingnya iman kepada kitab
6.      Nama lain hari kiamat ada ... macam
a.       8
b.      9
c.       10
d.      11
7.      Berikut ini adalah nama lain hari kiamat, kecuali ....
a.       Yaumul hasrah
b.      Yaumul Haqq
c.       Yaumul khulud
d.      Yaumus sirat


8.      Arti Yaumul khuruj adalah ....
a.       hari penyesalan
b.      hari pembalasan
c.       hari keluar dari kubur
d.      hari yang pasti terjadi
9.      QS: Al Zalzalah: 1-6, menjelalskan tentang ....
a.       Meceritakan proses terjadinya siksa neraka
b.      Menceritakan proses terjadinya kiamat kubro
c.       Menceritakan proses terjadinya kiamat sugro
d.      Menceritakan balasan orang yang berbuat jahat di dunia
10.  Setelah mempelajari iman kepada hari kiamat, cakupannya meliputi di bawah ini, kecuali ....
  1. Carilah kesenangan di dunia, masalah akhirat urusan nanti.
  2. yakin akan adanya hidup yang kekal abadi di akhirat
  3. yakin bahwa semua makhluk akan mati
  4. semua manusia yang telah meninggal akan dibangkitkan kembali (dari kubur)
11.  Setelah manusia mati, ruhnya ditempatkan disuatu tempat disebut ....
  1. barzah
  2. sangkakala
  3. ba’as
  4. mahsyar
12.  ”Setiap manusia akan melihat gambaran perbuatan di dunia” hal ini terjadi di ....
  1. mizan
  2. mahsyar
  3. barzah
  4. sirat
13.  Hari perhitungan amal manusia disebut ....
  1. yaumul hisab
  2. yaumul mizan
  3. yaumul nahr
  4. yaumul lail
14.  QS. Al Zalzalah: 7-8, menjelaskan tentang ....
  1. setelah manusia mati akan dibangkitkan kembali
  2. setelah manusia mati akan dikumpulkan di suatu tempat
  3. kebaikan dan keburukan manusia ada balasannya
  4. sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang
15.  Malaikat yang bertugas meniup sangkakala pada hari akhir adalah ....
  1. Mungkar
  2. Rakib
  3. Israfil
  4. Izrail
16.  Setelah hari kiamat, manusia menerima suhuf, artinya ....
  1. buku peringatan
  2. buku catatan amal
  3. berita gembira
  4. tanda masuk surga
17.  Urutan arti QS: Al Haj: 7 adalah
tak ada keraguan padanya
1
semua orang di dalam kubur
2
dan Sesungguhnya hari kiamat itu Pastilah datang
3
dan bahwasanya Allah membangkitkan
4
  1. 3, 1, 4, 2
  2. 1, 3, 4, 2
  3. 2, 3, 1, 4
  4. 3, 2, 1, 4
18.  Tempat dimana manusia dikumpulkan di suatu tempat setelah hari kiamat disebut ....
  1. mahsyar
  2. arafah
  3. barzah
  4. ba’as
19.  Jembatan yang menghubungkan ke surga disebut ....
  1. anhar
  2. syaifun
  3. sirat
  4. narun
20.  Tanda-tanda besar kiamat sudah dekat di bawah ini, kecuali ....
a.       matahari terbit dari arah barat
b.      binatang ajaib yang muncul, dapat berbicara
c.       merebaknya kejahatan, kejelekan, kemungkaran
d.      keluarnya imam Mahdi

II.    JAWABLAH PERTANYAAN BERIKUT INI DI LEMBAR JAWAB !
1.      Iman kepada hari kiamat termasuk rukun iman yang keberapa ?
2.      Apa arti hari kiamat menurut bahasa ?
3.      Kiamat dibagi menjadi berapa macam ?
4.      QS: al A’raf (7): 187, menjelaskan tentang apa ?
5.      Nama lain hari kiamat ada berapa macam ?
6.      Apa arti Yaumul hasrah ?
7.      Apa arti Yaumul ba’s ?
8.      Apa arti Yaumud Din, ?
9.      Apa arti Yaumul Haqq ?
10.  Apa arti Yaumul jami’ ?
11.  Apa arti kiamat sughra ?
12.  Apa arti kiamat kubro ?
13.  Apa ariti iman kepada hari kiamat ?
14.  Sebutkan kandungan QS. Al Zalzalah: 1-6  !
15.  Sebutkan kandungan QS. Al Zalzalah: 7-8  !
16.  Mencakup apa saja setelah mempelajari iman kepada hari akhir ?
17.  Apa arti alam barzah ?
18.  Peristiwa apa yang terjadi di alam barzah ?
19.  Tugas malaikat siapa yang meniup sangkakala ?
20.  Kejadian apa saja setelah ditiup sangkakala ?
21.  Apa arti yaumul ba’as ?
22.  Apa arti yaumul mahsayar ?
23.  Sebutkan kandungan QS. Al Haj: 7 !
24.  Apa arti yaumul hisab ?
25.  Apa arti mizan ?
26.  Apa arti suhuf kaitannya dengan iman kepada hari kiamat ?
27.  Apa arti sirat ?
28.  Apa arti surga ?
29.  Apa arti neraka ?
30.  Sebutkan tiga saja tanda-tanda kecil kiamat sudah dekat !
31.  Sebutkan tiga saja tanda-tanda besar kiamat sudah dekat!
32.  Sebutkan tiga saja fungsi iman kepada hari kiamat !